Cari Artikel

    • ONLINE

      Rabu, 08 Februari 2012

      Berkat Penisilin, Fleming Menyelamatkan Churcill

      Apa hubungannya Alexander Fleming selaku penemu penicilin dengan Winston Churcill, Tokoh besar Inggris selama Perang Dunia II? Begini ceritanya.

      Suatu hari Hugh Fleming, seorang petani Skotlandia yang miskin sedang asyik mencangkul, ketika mendengar rintihan minta tolong tak jauh dari kebunnya. Segera ia berlari ke arah suara tersebut dan mendapati seorang bocah kecil terperosok ke dalam genangan lumpur sampai di pinggangnya. Dengan bantuan tongkat ia berhasil menyelamatkan bocah tersebut.

      Pada hari berikutnya datang seorang bangsawan dan rombongannya ke rumah si petani. Sang bangsawan menawarkan hadiah kepada si petani karena telah menyelamatkan nyawa putranya kemarin. Tapi tawaran itu ditolak. Persis ketika itu anak si petani keluar dari kamarnya.

      Melihat ada bocah di dalam rumah tersebut, si bangsawan mengajukan tawaran lain, “Kalau begitu berilah saya kesempatan untuk menyekolahkan anak Anda agar mendapat pendidikan yang layak. Kalau bocah ini punya sifat seperti ayahnya, pastilah nantinya ia tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang bisa Anda banggakan.”
      Si petani pun setuju.

      Beberapa tahun berlalu. Si anak petani tersebut berhasil lulus dari St. Mary’s Hospital Medical School, London.

       
      Nama anak petani ini : Alexander Fleming, yang tak lain adalah penemu penisilin. yaitu sejenis antibiotik yang dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum. Zat temuannya ini dapat digunakan untuk membunuh banyak jenis bakteri yang berbahaya bagi tubuh manusia.

      Setahun kemudian, putra si bangsawan sakit keras terkena pneumonia. Untunglah nyawanya tertolong berkat penisilin. Siapakah bangsawan tersebut? Tak lain, Lord Randolph Churchill dan putranya, siapa lagi kalau bukan Winston Churchill.

      Bayangkan, bila Winston Churcill saat itu tak tertolong oleh Fleming maka tak ada Perdana Menteri Inggris yang berperan besar pada kemenangan Sekutu terhadap Jerman di PD II.

      Perbuatan baik memang akan berbuah manis, walau kita tak tahu kapan bisa mendapat manfaat atau imbalan dari perbuatan baik yang kita buat.

      Jadi, jangan ragu untuk berbuat baik, ya.


      Sumber: intisari online

      0 komentar:

      Posting Komentar

      Popular Posts

      next page

      Subscribe To RSS

      Sign up to receive latest news